fbpx
Buka jam 09.00 WIB s/d jam 21.00 WIB, Sabtu, Minggu Tetap Buka Kecuali Hari Besar Tutup
Selamat Jakoz!!! Selamat Bersua kanti-kanti! Kami Jakoz Beyik sebagai pusat oleh-oleh berbumbu Jambi menyediakan kebutuhan oleh-oleh khas dari Jambi untuk anda para wisatawan dan pecinta oleh-oleh :) Jakoz Beyik beralamat di Jl. Kol. Amir Hamzah, Sei. Kambang, Telanaipura, Kota Jambi. Hotline/WA: 0821 8024 9500 | Facebook: Jakoz Beyik | Instagram: jakoz_beyik
Beranda » Artikel Terbaru » SUDAH TERIMA THR? INI LAH SOSOK PENCETUS THR PERTAMAKALI DI INDONESIA.

SUDAH TERIMA THR? INI LAH SOSOK PENCETUS THR PERTAMAKALI DI INDONESIA.

Diposting pada 31 Mei 2019 oleh admin | Dilihat: 30 kali

Sejarah kemunculan THR pertama kali itu muncul pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

Tepatnya pada era kabinet Soekiman Wirjosandjojo. Kabinet tersebut dilantik pada tahun 1951 dan memiliki program yang salah satunya untuk meningkatkan kesejahteraan pamong pradja yang kini dikenal dengan sebutan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Soekiman Wirosandjojo adalah tokoh politik dan pejuang kemerdekaan Indonesia yang juga dikenal sebagai tokoh Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia). Ia adalah Perdana Menteri pada 27 April 1951-3 April 1952. Lahir di Sewu, Solo pada tahun 1898.

Ia mengenyam pendidikan di ELS yang kemudian dilanjutkan ke STOVIA (Sekolah Dokter) di Jakarta. Saat usianya menginjak 29 tahun, ia lulus dari Universitas Amsterdam bagian kesehatan. Selama menuntut ilmu di negeri Belanda, ia mendalami masalah sosial, politik dan juga kebudayaan.

Pada awalnya, tunjangan diberikan hanya kepada aparatur negara saja. Pemberian tunjangan ini merupakan sebuah strategi agar para PNS di masa itu memberikan dukungan kepada kabinet yang sedang berjalan.

Saat pelaksanaanya, Kabinet Soekiman membayarkan tunjangan kepada para pegawai di akhir bulan Ramadan berjumlah sekitar Rp125 atau sekitar Rp1.100.000 juta di masa sekarang hingga Rp200 atau setara Rp1.750.000 juta. Tak hanya uang, kabinet Soekiman sendiri juga memberikan tunjangan lain berupa beras.

Namun, kebijakan tunjangan yang hanya diperuntukkan PNS ini mendapat gelombang protes dari kaum buruh. Mereka pun juga meminta agar nasibnya turut diperhatikan oleh pemerintah.

Para buruh tersebut melancarkan aksi mogok pada 13 Februari 1952 dengan tuntutan agar diberikan tunjangan dari pemerintah di setiap akhir bulan Ramadan. Kebijakan dari Kabinet Soekiman ini dianggap pilih kasih oleh para buruh. Karena hanya memberikan tunjangan kepada pegawai pemerintah.

Diketahui, pada masa itu, aparatus pemerintah Indonesia masih diisi oleh para kaum priyayi, ningrat, dan kalangan atas lainnya. Tentunya, para buruh merasa hal tersebut tidak adil karena mereka juga merasa turut bekerja keras bagi perusahaan-perusahaan swasta dan milik Negara, namun mereka tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Namun kebijakan tunjangan dari kabinet Soekiman akhirnya menjadi titik awal bagi pemerintah untuk menjadikannya sebagai anggaran rutin Negara.

Tahun 1994 pemerintah baru secara resmi mengatur perihal THR secara khusus. Peraturan mengenai THR ini dituangkan di dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 04/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja di Perusahaan.

Dalam peraturan tersebut, dijelaskan bahwa pengusaha wajib memberikan THR kepada para pekerja yang telah bekerja selama tiga bulan secara terus meneru ataupun lebih. Besara THR yang diterima pun disesuaikan dengan masa kerja.

Di tahun 2016 ini, pemerintah melalui Kementrian Ketenagakerjaan, merevisi peraturan mengenai THR tersebut. Perubahan ini tertuang dalam peraturan menteri ketenagakerjaan No.6/2016.

Peraturan terbaru itu menyebutkan bahwa pekerja yang memiliki masa kerja minimal satu bulan sudah berhak mendapatkan

Tunjangan Hari Raya. Selain itu kewajiban pengusaha untuk memberi THR tidak hanya diperuntukan bagi karyawan tetap, melainkan juga untuk pegawai kontrak. Termasuk yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) maupun perjanjian kerja waktu tertentu, (PKWT).

Sumber: https://bit.ly/30U4zk6

Bagikan informasi tentang SUDAH TERIMA THR? INI LAH SOSOK PENCETUS THR PERTAMAKALI DI INDONESIA. kepada teman atau kerabat Anda.

SUDAH TERIMA THR? INI LAH SOSOK PENCETUS THR PERTAMAKALI DI INDONESIA. | Jakoz Beyik

Belum ada komentar untuk SUDAH TERIMA THR? INI LAH SOSOK PENCETUS THR PERTAMAKALI DI INDONESIA.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
QUICK ORDER
Naik Gunung Kerinci

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

*Mulai Rp 105.000
Ready Stock / JKZ 66
*Mulai Rp 105.000
Ready Stock / JKZ 66
Popular!
QUICK ORDER
Peta Jambi

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

*Mulai Rp 80.000
Ready Stock / JKZ 101
*Mulai Rp 80.000
Ready Stock / JKZ 101
Popular!
QUICK ORDER
Suku Anak Dalam (Rimba Kids)

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

*Mulai Rp 95.000
Ready Stock / JKZ 10
*Mulai Rp 95.000
Ready Stock / JKZ 10
SIDEBAR

Alamat

Gerai Utama Pabrik Oleh-Oleh Berbumbu Jambi, Pusat Oleh-Oleh Khas Jambi Terlengkap, Variatif & Parkir Luas Jl. Kol. Amir Hamzah No 4, Sei Kambang, Telanaipura (Depan Asrama Tentara Kambang) 082180249500