● online
Lokak (Orange)
Cari Lokak
Di dunio ini, ado 2 macam kanti.
Yang pertamo, yang selalu ngasih kito lokak.
Yang keduo yang selalu nanyo lokak manjang.
Nah, cubo ingat-ingat lagi siapo orangnyo?
Cotton Combed 30s | Jahit rantai | Sablon Rubber & Glitter Perak
Untuk cek status Stock silakan konfirmasi WA/Telepon
Tags: Anak Jambi, Destinasi Wisata Jambi, Ikon Jambi, jakoz, Jakoz Beyik, jambi, Jambi Punya Kaos, Jambi Wisata, Kaos Berbumbu Jambi, Kaos Jambi, kaosjakoz, Khas Jambi, Kota Jambi, Oleh-oleh Jambi, Pariwisata Jambi, pemuda jambi, pemudi jambi, Propinsi jambi, provinsi jambi, putra jambi, putri jambi, Wisata Jambi, wisata khas jambi
Lokak (Orange)
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 3.473 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Juragan Sawit Cotton Combed 30s | Jahit rantai | Sablon Rubber Untuk cek status Stock silakan konfirmasi WA/Telepon
*Harga MulaiRp 95.000
Pesawat Catalina RI-005 memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan rakyat Jambi. Bermula dari kabar kedatangan Belanda ke Jambi, Kolonel Abundjani memiliki gagasan untuk menyerang pangkalan udara Belanda di Talang Sumut, Palembang. Sehingga timbullah gagasan Sang Kolonel untuk memiliki pesawat. Akhirnya para pejuang menyewa pesawat ini milik RR Cobley, seorang mantan penerbang RAAF (Royal Australia Air… selengkapnya
*Harga MulaiRp 105.000
Pedestrian Jomblo (Biru TW) Berbahan kaos premium Cotton Combed Misty (TW) 30s. Tekstrunya yang halus dan lembut membuat nyaman saat dipakai. Sablon kaos ini menggunakan jenis sablon Rubber & Plastisol, desain kaos jadi lebih terlihat mencolok namun tetap keren dan elegan. Dengan kaos yang kece ini, siap-siap deh jadi pusat perhatian orang-orang di sekitar. Untu… selengkapnya
*Harga MulaiRp 95.000
Gentala Arasy adalah salah satu lanskap ikon Kota Jambi, sebuah menara yang dibangun bersamaan dengan sebuah jembatan pdestrian; Titian Arasy. Terletak di wilayah Seberang Kota Jambi dan dilengkapi dengan museum, teater mini, dan dermaga kapal untuk pariwisata. Tujuan pembangunannya adalah untuk mendongkrak pariwisata Kota Jambi khususnya Seberang Kota Jambi yang terkenal dengan kekentalan budaya14 Jambi-nya…. selengkapnya
*Harga MulaiRp 95.000
Seloko; Kurang Sisik, Rumput Menjadi. Kurang Siang, Jelupung Tumbuh. Adapun Seloko dapat berarti, apabila dalam menghadapi setiap masalah, jika kurang hati-hati atau teliti, maka akan berakibat buruk. Cotton Combed 30s | Jahit rantai | Sablon Rubber Untuk cek status Stock silakan konfirmasi WA/Telepon
*Harga MulaiRp 85.000
The Adventure of Rimba Mengambil semangat dalam petualangan Tin-tin, tokoh komik Belgia, si wartawan berjambul dan anjingnya “Snowy”. Petualangannya juga pasti sama seru dengan Orang Rimba di pedalaman hutan Jambi. Selalu saja ada yang seru setiap harinya. Mana tahu pula, nanti ke depannya kehidupan Orang Rimba di Jambi dapat masuk ke dalam komik Tin-tin. Wow… selengkapnya
*Harga MulaiRp 135.000
Meniti Batang Antui adalah adat pernikahan Orang Rimba. Sebatang pohon dilintangkan di atas sebuah sungai. Dua mempelai pun berdiri di kedua ujung pohon tersebut untuk bertemu di tengah-tengah, mempertemukan kedua dahi mereka. Nah, bila tak hati-hati bisa terpeleset juga loh, sebab batang pohon tersebut dikupas kulitnya sehingga licin. Tertarik mencoba? Cotton Combed 30s | Jahit… selengkapnya
*Harga MulaiRp 105.000
Selain karet, sumber daya unggulan Jambi adalah minyak bumi. Hingga saat ini, tersebar banyak titik pengeboran minyak bumi di beberapa tempat di tanah Jambi. Dengan alat mesin pumping minyak yang oleh warga Jambi sering disebut pula dengan Pompa Angguk, minyak pun dipompa untuk diambil dari dalam perut bumi. Cotton Combed 24s (TW) | Jahit rantai… selengkapnya
*Harga MulaiRp 105.000
How to Play Krinok Krinok adalah satu seni tradisi lisan yang berasal dari Provinsi Jambi. Senandung krinok, mengatur banyak sekali perilaku normatif sebagai nilai dasar manusia. Masih banyak dilestarikan oleh masyarakat Melayu di daerah Rantau Pandan, Kabupaten Muara Bungo. Krinok merupakan kesenian tertua bahkan sejak masa pra sejarah, diperkirakan sejaman dengan masuknya Budha Ke wilayah Jambi. Saat itu… selengkapnya
*Harga MulaiRp 105.000
Diperkirakan pada tahun 1138, para penyiar Islam dari negeri Arab sudah memasuki dan menetap di Jambi. Dengan waktu yang cukup lama tersebut, dalam perbaurannya kemudian terjadi akulturasi masyarakat Arab-Melayu. Mulai dari seni budaya, corak pakaian & rumah, bahkan sampai nama-nama kampung tempat tinggal yang masih bisa kita temui saat ini. Nah, dimana sajakah tempat-tempat yang… selengkapnya
*Harga MulaiRp 80.000

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.