● online
Janganlah Cubo-Cubo
Rp 95.000
| Kode | JKZ 02 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Kaos Dewasa, Lengan Pendek |
Janganlah Cubo-Cubo
Datuk-datuk kami dulu bilang, jikalau kanti-kanti berkunjung dan sampai terminum air yang berasal dari sungai Batanghari. Nah, hati-hati deh pokoknya ya!
Sebab bisa terkenang-kenang selalu dengan Negeri Jambi.
Kalau udah kangen pasti berat rasanya. Karena selalu ingin balik lagi ke Jambi.
Cotton Combed 30s | Jahit rantai | Sablon Rubber
Untuk cek status Stock silakan konfirmasi WA/Telepon
Tags: Anak Jambi, Batanghari, Cubo, Destinasi Wisata Jambi, Ikon Jambi, jakoz, Jakoz Beyik, jambi, Jambi Punya Kaos, Jambi Wisata, Kaos Berbumbu Jambi, Kaos Jambi, kaosjakoz, Khas Jambi, Negeri jambi, Pariwisata Jambi, sunga batanghari, Wisata Jambi
Janganlah Cubo-Cubo
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.701 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Sebagai salah satu Provinsi di Sumatera. Saat ini Jambi jadi satu dari sekian destinasi untuk berwisata dan bertualang paling diminati, sebab keindahan alam yang disuguhkannya begitu mengagumkan dan menggugah rasa untuk menghabiskan waktu berlama-lama menikmati setiap jengkal pesonanya. Cotton Combed 24s | Jahit rantai | Sablon Rubber Untuk cek status Stock silakan konfirmasi WA/Telepon
*Harga MulaiRp 80.000
Naik Gunung Kerinci “Naik-naik ke puncak gunung Kerinci tinggi-tinggi sekali” Pasti bacanya sambil nyanyi ya? Ngaku aja deh! Yak kamu gak salah baca kok, kreasi desain kaos terbaru kita ini adalah salah satu bentuk partisipasi kita untuk mengkampanyekan pesona nan indah gunung Kerinci. Sebagai objek wisata menarik yang sudah diakui Nasional bahkan Internasional. Tak heran… selengkapnya
*Harga MulaiRp 95.000
Bila musim duku tiba, berkunjunglah ke Jambi khususnya Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. Di sana ramai ditemui mobil truk berjajar di sepanjang jalan, mengangkut berkarung-karung buah duku untuk dipasarkan sampai ke luar kota. Kenapa harus Duku Kumpeh, ya karena manisnya itu loh. Asoy nian! Cotton Combed 30s | Jahit rantai | Sablon Rubber Untuk cek… selengkapnya
*Harga MulaiRp 105.000
Pompa Angguk (Retro) Selain karet, sumber daya unggulan Jambi adalah minyak bumi. Hingga saat ini, tersebar banyak titik pengeboran minyak bumi di beberapa tempat di tanah Jambi. Dengan alat mesin pumping minyak yang oleh warga Jambi sering disebut pula dengan Pompa Angguk, minyak pun dipompa untuk diambil dari dalam perut bumi. Cotton Combed 24s |… selengkapnya
*Harga MulaiRp 80.000
Selain karet, sumber daya unggulan Jambi adalah minyak bumi. Hingga saat ini, tersebar banyak titik pengeboran minyak bumi di beberapa tempat di tanah Jambi. Dengan alat mesin pumping minyak yang oleh warga Jambi sering disebut pula dengan Pompa Angguk, minyak pun dipompa untuk diambil dari dalam perut bumi. Cotton Combed 24s (TW) | Jahit rantai… selengkapnya
*Harga MulaiRp 85.000
Seloko; Seberapo Rimbun Kayu Di Jambi Berbahan kaos premium Cotton Combed 30s, bermotif untaian Seloko yakni seni berpantun Melayu Jambi. Tekstrunya yang halus dan lembut membuat nyaman saat dipakai. Sablon kaos ini menggunakan jenis sablon Rubber & Plastisol. Desain kaos jadi lebih terlihat mencolok namun tetap keren dan elegan. Dengan kaos yang kece ini, siap-siap… selengkapnya
*Harga MulaiRp 85.000
Minum Aek Batanghari (Abu-abu) Berbahan kaos premium Cotton Combed Misty (TW) 30s. Tekstrunya yang halus dan lembut membuat nyaman saat dipakai. Sablon kaos ini menggunakan jenis sablon Rubber & Plastisol. Desain kaos jadi tampak modern dan dinamis, sehingga lebih terlihat uptodate dengan trend masa kini. Dengan kaos yang kece ini, siap-siap deh jadi pusat perhatian… selengkapnya
*Harga MulaiRp 95.000
Pedestrian Jomblo (Biru TW) Berbahan kaos premium Cotton Combed Misty (TW) 30s. Tekstrunya yang halus dan lembut membuat nyaman saat dipakai. Sablon kaos ini menggunakan jenis sablon Rubber & Plastisol, desain kaos jadi lebih terlihat mencolok namun tetap keren dan elegan. Dengan kaos yang kece ini, siap-siap deh jadi pusat perhatian orang-orang di sekitar. Untu… selengkapnya
*Harga MulaiRp 95.000
Diperkirakan pada tahun 1138, para penyiar Islam dari negeri Arab sudah memasuki dan menetap di Jambi. Dengan waktu yang cukup lama tersebut, dalam perbaurannya kemudian terjadi akulturasi masyarakat Arab-Melayu. Mulai dari seni budaya, corak pakaian & rumah, bahkan sampai nama-nama kampung tempat tinggal yang masih bisa kita temui saat ini. Nah, dimana sajakah tempat-tempat yang… selengkapnya
*Harga MulaiRp 80.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.